Al-Qasim melanjutkan, “Sampai suatu ketika di suatu perjalanan menuju Syam, kami makan malam di sebuah rumah. Tiba-tiba lampu mati. Lalu sebagian dari kami berdiri. Abdullah bin Al-Mubarak mengambil lampu. Ia keluar mencari penerangan, lalu diam beberapa saat, kemudian ia membawa lampu tersebut ke kami. Aku kemudian melihat wajah Abdullah bin Al-Mubarak, janggutnya basah dengan air matanya. Aku pun berkata di hatiku, dengan rasa takut itulah ia diutamakan Allah dari kami. Barangkali ketika lampu mati dan menjadi gelap, ia teringat pada hari Kiamat.”
Kamis, 22 September 2022
Rasa Takut Abdullah bin Al-Mubarak kepada Allah
Rabu, 14 September 2022
Qalbun Salim
Tetapi menakjubkan, walaupun wajahnya pucat pasi, Abu Dujanah tetap memancarkan cahayanya, bahkan hingga akhir hayatnya. Kemudian sahabat bertanya kepadanya, “Apa yang menyebabkan wajahmu bersinar?” Abu Dujanah menjawab, “Ada amal yang tidak pernah aku tinggalkan dalam hidup ini. Pertama, aku tidak pernah berbicara tentang sesuatu yang tidak ada manfaatnya. Kedua, aku selalu menghadapi sesama kaum muslim dengan hati yang bersih, yang oleh al-Qur’an disebut qalbun salim.”
Selasa, 13 September 2022
Tiga Hari Bersama Penduduk Surga
Anas bin Malik ra bercerita, “Pada suatu hari kami duduk bersama Rasulullah Saw, kemudian beliau bersabda, ‘Sebentar lagi akan muncul di hadapan kalian seorang laki-laki calon penduduk surga’. Tiba-tiba muncullah seorang laki-laki Anshar yang janggutnya masih basah oleh air wudhu dan tangan kirinya sedang membawa sandalnya.”
Esok harinya, Rasulullah Saw berkata begitu juga, “Akan datang seorang laki-laki calon penduduk surga.” Dan muncullah laki-laki yang sama. Begitulah Nabi mengulang sampai tiga kali berturut-turut.




